Archive for Puisi

Diari sepi Anak Kecil

Denai aman bergejolak lagi

kian kali bungkami hati

teriakkan anak kecil menggempar sepi

bertandang pilu berselubungi duri

selumbar bermaha prajudis

terbang suka merembes hiba

entah mana perginya sayang

lenyap tak terkesan ihsan

anak kecil itu mencoret derita

diari hatinya megukir lara

pudar senyum walau tak bernoda

dek peluru tiada berjiwa

apa daya dia merintis

mampu saksi dan tangis

tiada terluah kata melawan

kerna dia hanya anak kecil

hanya anak kecil!

Advertisements

Aku Adalah Nakhoda

Terhenti langkahku seketika,

pabila melayang jauh cita dijiwa,

Kembalikan ku semangat waja,

Melewati hamparan sukma,

Menanti sejuta suara,

Memanggilku srikandi nusa

Kan ku pasak maya erat,

Moga terbit kalimah keramat,

Sedingin embun azimat,

Kan ku ukir mercu jaya di awanan,

Biarpun kelabu dasarnya,

Kerna ku percaya akan jernih jua..

Andai tak bisa ku rungkai simpulan,

Akan kuratip semangat kebangkitan,

Moga kutemui kekuatan,

ku  nanti titisan  emas mghujan

akan kukutip walaupun ia kian hilang.

Pelayaranku takkan ku biar tenggelam

Sesat tiada berhaluan

Lantas kucantas pautan keraguan,

Dek tautan lara di balik lautan fikiran,

Akan ku jejak gelombang perjuangan,

Kulayang  segunung pinta

Merintih rayu belas  Yang kuasa

lindung dari mara bahaya,

tatkala ku tegakkan layar melawan badai muara

ku damba ehsanNya

di tiap jejak perjalanan sanubariku

andai tak kutemui sinar penyuluh laluan,

akan ku hidupkan pelita keberanian,

kan kutelusuri jua lautan pertempuran

akan ku pastikan sauh kembali terpasak di daratan

kerna aku adalah nakhoda sebuah pelayaran

bergelar kehidupan…

kembara2dunia, kenitra morocco

15 feb 2008


Kemis kasih bonda

terpaku tatkala melewati lorong pilu,

terhenti langkah beribu,

lisan terkelu tiada bersuara merdu…

terlihat patri kasihnya  bonda ,

memperjudi  maruah dan rasa,

merelakan hina dan caci si manusia

ku lihat si ibu …

mengelus lembut jemari..

si kecil kedinginan,

terdakap erat dalam pelukan,

hangat diribaan lena diperbaringan…


ku buangkan pandangan ke seberang,
hiba hati tak berkeruan,

kurenung jauh dibingkai sukma,

baru kusedar mahal kasih bonda…

pintaku…..

moga gerimis berlalu pergi,

membenarkan mentari menonjol diri,

tak mahu kulihat generasi,

merayu ehsan demi sekeping roti,

menyara nyawa permata hati….

Kudamba dunia kembali berseri,

Makmurnya atas usaha sendiri,

Tiada lagi sandaran bakti,

Terhapus budi menanti dibalasi….

~kembara2dunia,kenitra morocco~